Belum Memiliki SIM, Siswa Dilarang Bawa Motor ke Sekolah

Belum Memiliki SIM, Siswa Dilarang Bawa Motor ke Sekolah

ILHAM/BERITA SAMPIT – Seorang siswa menggunakan sepeda atau motor listrik tanpa mengenakan helm dijalan raya saat pulang sekolah, Rabu 16 November 2022.

SAMPIT – Satuan Lalulintas Polres Kotawaringin Timur, meminta pihak sekolah agar melarang murid-muridnya yang belum cukup umur membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

“Kasus lakalantas di Kabupaten Kotim ini mayoritas melibatkan anak di bawah umur, terutama anak usia sekolah baik sebagai pelaku maupun korban,” kata Kapolres Kotim AKBP. Sarpani melalui Kasat Lantas AKP. Salahiddin, Senin 16 November 2022.

Dia menjelaskan, guna menekan angka lakalantas dikalangan pelajar, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah mulai dari upaya preventif dengan mendatangi sekolah-sekolah dan memberikan sosialisasi tertib berlalu lintas.

“Kami sudah bekerjasama dengan beberapa sekolah melalui MoU tentang larangan mengendarai sepeda motor pada pelajar yang masih dibawah umur atau belum memilki SIM,” jelasnya

Selain itu, Salahiddin juga mengajak orang tua agar lebih bijak untuk tidak memberikan sepeda motor kepada anak-anaknya.

“Peran orang tua ini penting, karena sudah banyak korban laka di kalangan pelajar. Mari kita stop korban laka lantas dari kalangan pelajar,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur Susiawati mengungkapkan melarang keras siswa membawa kendaraan bermotor ke sekolah, terutama yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Dasar (SD).

Larangan bukan hanya pada kendaraan bermotor, namun juga berlaku pada sepeda listrik yang saat ini sangat tren dikalangan pelajar.

“Jika masih ditemukan, kita akan tegur bukan hanya pada peserta didiknya, namun yang pendidiknya juga akan ditegur termasuk pihak sekolah,” tegas Susi.

Dijelaskan, beberapa waktu lalu Disdik Kotim telah bekerjasama dengan penyelenggaraan pengembangan program kesadaran berlalulintas yang berlaku untuk semua warga belajar, tidak hanya perserta didik dan guru, namun juga pada kedua orang tua.

“Jika mengizinkan anaknya naik motor, berarti orang tuanya tidak kooperatif dengan kesepakatan itu, dan program itu akan selalu kita sandingkan dengan setiap kegiatan,” terangnya.

Susijuga menyoroti pelajar di sekolah-sekolah yang ada diwilayah pedalaman, karena sangat minim pengawasan bukan hanya dari sekolah, namun juga dari petugas kepolisian.

“Pada wilayah pedalaman sana, selain petugas kepolisiannya kurang, anak-anak disana juga cukup berani mengendarai sepeda motor. Ini yang selalu kita gaungkan, bahwa tidak hanya menegur si anak peserta didik atau sekolahnya, tapi juga orang tuanya,” katanya

Susiawati menekankan, memperketat pengawasan agar anak tidak berkendara dimulai dari rumah. Walaupun sudah SMP tetap diantar orang tua atau bisa naik sepeda sendiri.

“Naik sepeda pun kita imbau tetap menjaga keamanan diri dengan mengenakan helm. Sekarang ada yang menggunakan sepeda listrik, kami juga tidak menginginkan mereka menggunakan sepeda listrik,” tandasnya. (ilm)

(Visited 2 times, 2 visits today)




Sumber: https://beritasampit.co.id/2022/11/16/belum-memiliki-sim-siswa-dilarang-bawa-motor-ke-sekolah/

Leave a Reply

Copyright © 2022 Sampit

BERITA

KONTAK

ABOUT

SAMPIT.ID adalah portal agregasi berita tentang kota Sampit (Kotawaringin Timur).

email: [email protected]

STAY CONNECTED

Copyright 2016-2022 Sampit.ID