Banjir yang Terjadi Diduga Akibat Kerusakan Lingkungan

Banjir yang Terjadi Diduga Akibat Kerusakan Lingkungan

Menurutnya, pembukaan untuk berbagai kepentingan seperti perkebunan, lahan, pertanian, pertambangan, maupun penebangan liar, tidak dipungkiri membawa dampak terhadap lingkungan.

Berkurangnya hutan akibat pohon-pohon besar ditebang maka secara otomatis membuat daerah serapan air juga terus berkurang. Jika ini tidak dikendalikan, dikhawatirkan akan membawa dampak yang semakin parah terhadap lingkungan.

Ia berharap upaya penghijauan semakin ditingkatkan, setidaknya untuk mengimbangi laju kerusakan hutan. Diperlukan aksi nyata yang lebih serius dengan menanami kembali hutan-hutan yang gundul sehingga fungsinya menyerap air kembali optimal.

“Harus ada upaya yang lebih serius dalam merehabilitasi lingkungan kita supaya banjir seperti sekarang inibisa berkurang. Mudah-mudahan saja kita bisa melakukan itu,” tandas Bunyamin.

Untuk penanganan banjir saat ini, Bunyamin mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menyalurkan
bantuan untuk korban banjir. 

Ia berharap kondisi korban banjir terus dipantau, termasuk kesehatan mereka hingga banjir benar-benar surut. (NACO/B-6)

– Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Bunyamin menilai, banjir yang terjadi di daerah ini bisa menjadi gambaran kerusakan lingkungan.

“Daerah serapan air terus berkurang karena hutan juga berkurang,” katanya, Minggu 5 Juni 2022.

Makanya sekarang banjir mudah terjadi saat curah hujan meningkat, ditambah lagi terjadi kondisi pasang sungai.

Pendapat ini disampaikan politisi PAN ini menanggapi banjir yang terjadi di beberapa desa di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sepekan terakhir, banjir melanda wilayah itu, khususnya Desa Natai Baru, Sumber Makmur dan Bagendang Tengah atau Ramban.

Bunyamin merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan 3 yakni wilayah selatan yang meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit dan Pulau Hanaut menyoroti banjir yang terjadi saat ini, terlebih desa-desa tersebut termasuk wilayah di daerah pemilihan yang diwakilinya.

Menurutnya, pembukaan untuk berbagai kepentingan seperti perkebunan, lahan, pertanian, pertambangan, maupun penebangan liar, tidak dipungkiri membawa dampak terhadap lingkungan.

Berkurangnya hutan akibat pohon-pohon besar ditebang maka secara otomatis membuat daerah serapan air juga terus berkurang. Jika ini tidak dikendalikan, dikhawatirkan akan membawa dampak yang semakin parah terhadap lingkungan.

Ia berharap upaya penghijauan semakin ditingkatkan, setidaknya untuk mengimbangi laju kerusakan hutan. Diperlukan aksi nyata yang lebih serius dengan menanami kembali hutan-hutan yang gundul sehingga fungsinya menyerap air kembali optimal.

“Harus ada upaya yang lebih serius dalam merehabilitasi lingkungan kita supaya banjir seperti sekarang inibisa berkurang. Mudah-mudahan saja kita bisa melakukan itu,” tandas Bunyamin.

Untuk penanganan banjir saat ini, Bunyamin mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menyalurkan bantuan untuk korban banjir. 

Ia berharap kondisi korban banjir terus dipantau, termasuk kesehatan mereka hingga banjir benar-benar surut. (NACO/B-6)




Sumber: https://www.borneonews.co.id/berita/265943-banjir-yang-terjadi-diduga-akibat-kerusakan-lingkungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2022 Sampit

Subscribe dan Like!

Dapatkan informasi terbaru tentang Sampit secara realtime!

BERITA

KONTAK

ABOUT

SAMPIT.ID adalah portal agregasi berita tentang kota Sampit (Kotawaringin Timur).

email: [email protected]

STAY CONNECTED

Copyright 2017 Sampit.ID