Balada Beli Minyak Goreng Curah PeduliLindungi di Lampung

Balada Beli Minyak Goreng Curah PeduliLindungi di Lampung

Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah mulai memberlakukan kebijakan sistem pembelian minyak goreng jenis curah ke tengah masyarakat menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau nomor induk kependudukan (NIK). Aturan itu mulai disosialisasikan Senin (27/6/2022) dan akan berlangsung selama dua pekan.

Kebijakan baru tersebut sontak menuai tanggapan pro dan kontra dari masyarakat di Provinsi Lampung, bahkan kata ‘menyulitkan’ turut menyelimuti aturan itu. Meski demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung mengklaim pengaplikasian aturan itu hingga kini telah berjalan lancar tanpa terkendala.

“Kalau kami lihat tidak ada masalah, sudah banyak (pedagang) yang menerapkannya. Walaupun tidak bisa pakai PeduliLindungi kan masih bisa pakai NIK. Intinya kita tidak mempersulit masyarakat,” ujar Rahmat Hermawan, Analis Kebijakan Ahli Muda Diaperindag Lampung mewakili Kepala Dinas Elvira Umihani, saat dikonfirmasi, Jumat (1/6/2022).

Lalu bagaimana situasi sebenarnya penerapan kebijakan tersebut di lapangan? Apa tanggapan konsumen, pedagang, hingga distributor? IDN Times bagaikan dari beragam sudut pandang narasumber.

1. Masyarakat Lampung banyak memilih membeli minyak goreng curah di distributor dengan NIK KTP

Proses pembelian minyak goreng curah bersubsidi di Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Seorang ibu rumah tangga di Bandar Lampung, Ida (42) mengatakan sudah mengetahui kabar penerapan kebijakan pembelian minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindung maupun NIK KTP. Apalagi, dirinya memang rutin membeli minyak goreng curah langsung dari pihak distributor di daerah Kelurahan Rajabasa Raya.

Meski demikian, dirinya lebih memilih menyodorkan fotocopy KTP guna diakses pihak distributor untuk membeli minyak goreng curah dibandingkan menscan QR barcode PeduliLindungi. Alasannya, ia tidak memiliki smartphone pribadi.

“Kalau merepotkan ya tidak terlalu karena mungkin perkembangan teknologi, tapi untungnya masih bisa pakai KTP. Ya kalau saya pribadi tidak punya HP (handphone berbasis smartphone), jadi senang jelas yang simple-simple aja,” katanya.

Selain itu, selama ini Ida juga tidak pernah bersinggungan langsung membeli sesuatu mengandalkan cara online via e-commerce, maupun sekadar berselancar di jejaring internet. “Semua aplikasi, mulai Go-Jek, Shopee semacamnya saya gak punya,” sambung dia.

2. Pertimbangan kebijakan harus tidak menyulitkan masyarakat

Balada Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi di LampungProses pembelian minyak goreng curah bersubsidi di Distributor resmi di Rajabasa, Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Meski masih sebatas sosialisasi, Ida pun berharap pemerintah dapat mempertimbangkan matang-matang pemberlakuan resmi aturan tersebut, karena harus diakui tidak semua masyarakat mengerti dunia teknologi. Apalagi seperti dirinya yang sudah memasuki usai lanjut dan sehari-hari sebatas bergumul dengan urusan dapur.

Namun pada intinya, ia juga mengingatkan segala bentuk kebijakan harus dilandasi pertimbangan matang dan melihat kondisi di lapangan. Serta tentunya tak menyulitkan masyarakat dari berbagai kalangan.

“Kalau kita ini (masyarakat kecil) tidak tahan sama urusan ribet-ribet. Jadi kalau bisa pengawasannya (minyak goreng curah) biasa-biasa aja. Apalagi kita beli cuma untuk kebutuhan rumah tangga, paling banyak beli 2-3 kilogram,” ucap warga Rajabasa, Bandar Lampung tersebut.




Sumber: https://lampung.idntimes.com/news/lampung/tama-wiguna/balada-beli-minyak-goreng-curah-pakai-pedulilindungi-di-lampung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2022 Sampit

Subscribe dan Like!

Dapatkan informasi terbaru tentang Sampit secara realtime!

BERITA

KONTAK

ABOUT

SAMPIT.ID adalah portal agregasi berita tentang kota Sampit (Kotawaringin Timur).

email: [email protected]

STAY CONNECTED

Copyright 2017 Sampit.ID