AY Pemalsu Data Mengaku Pakai NIK Ahmad Sejak SMK untuk Daftar Beasiswa

AY Pemalsu Data Mengaku Pakai NIK Ahmad Sejak SMK untuk Daftar Beasiswa

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Benang kusut kasus pemakaian nomor induk kependudukan (NIK) yang menjadi sorotan banyak pihak semakin terurai. Akar masalahnya juga semakin jelas. NIK milik Ahmad Sam’ani dipakai AY sejak duduk di bangku kelas 2 SMK yang ada di Jember. Secara khusus, AY menyampaikan permintaan maaf kepada korban, dan keluarga Ahmad memaafkan dengan tulus, kemarin (1/9).

BACA JUGA : Jaringan Berkecepatan 100 Gbps, Indonesia Bekerjasama dengan Jepang

Kepada Jawa Pos Radar Jember, AY mengaku NIK milik Ahmad dipakai untuk mengajukan beasiswa karena NIK miliknya tertolak oleh sistem. “Saya memohon maaf kepada Ahmad Sam’ani karena sudah menggunakan NIK-nya untuk mendapatkan beasiswa KIP di tempat saya kuliah,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

AY menjelaskan, NIK milik Ahmad sudah dipakai sejak dirinya duduk di bangku SMK, sekitar empat tahun yang lalu. Penggunaan NIK Ahmad dilakukan oleh operator sekolah SMK. “Saya memasukkan NIK tersebut berdasarkan data yang saya dapat dari operator sekolah saya dulu di Rambipuji. NIK tersebut diberikan sekolah untuk saya mendapatkan bantuan PIP sejak kelas 2 SMA,” tuturnya.

Dikatakan, dirinya tidak mengetahui bahwa ia mendapatkan beasiswa tersebut karena menggunakan NIK milik Ahmad. Dia mengaku hanya melakukan apa yang sekolah perintahkan. “Saat sekolah, saya tidak tahu bahwa saya mendapatkan bantuan beasiswa itu sudah menggunakan NIK-nya Ahmad Sam’ani, karena operator sekolah yang memasukkan datanya,” jelasnya.

Perempuan yang tinggal di satu kecamatan dengan Ahmad di Sukorambi itu menyebut, dirinya baru mengetahui saat akan masuk kuliah dan mengajukan beasiswa KIP. “Saya baru mengetahui saat saya akan masuk kuliah untuk bisa mendapatkan KIP. Setelah saya tidak bisa mengajukan KIP menggunakan NIK saya sendiri,” jelasnya.

– Advertisement –

SUMBERSARI, Radar Jember – Benang kusut kasus pemakaian nomor induk kependudukan (NIK) yang menjadi sorotan banyak pihak semakin terurai. Akar masalahnya juga semakin jelas. NIK milik Ahmad Sam’ani dipakai AY sejak duduk di bangku kelas 2 SMK yang ada di Jember. Secara khusus, AY menyampaikan permintaan maaf kepada korban, dan keluarga Ahmad memaafkan dengan tulus, kemarin (1/9).

BACA JUGA : Jaringan Berkecepatan 100 Gbps, Indonesia Bekerjasama dengan Jepang

Kepada Jawa Pos Radar Jember, AY mengaku NIK milik Ahmad dipakai untuk mengajukan beasiswa karena NIK miliknya tertolak oleh sistem. “Saya memohon maaf kepada Ahmad Sam’ani karena sudah menggunakan NIK-nya untuk mendapatkan beasiswa KIP di tempat saya kuliah,” terangnya.

AY menjelaskan, NIK milik Ahmad sudah dipakai sejak dirinya duduk di bangku SMK, sekitar empat tahun yang lalu. Penggunaan NIK Ahmad dilakukan oleh operator sekolah SMK. “Saya memasukkan NIK tersebut berdasarkan data yang saya dapat dari operator sekolah saya dulu di Rambipuji. NIK tersebut diberikan sekolah untuk saya mendapatkan bantuan PIP sejak kelas 2 SMA,” tuturnya.

Dikatakan, dirinya tidak mengetahui bahwa ia mendapatkan beasiswa tersebut karena menggunakan NIK milik Ahmad. Dia mengaku hanya melakukan apa yang sekolah perintahkan. “Saat sekolah, saya tidak tahu bahwa saya mendapatkan bantuan beasiswa itu sudah menggunakan NIK-nya Ahmad Sam’ani, karena operator sekolah yang memasukkan datanya,” jelasnya.

Perempuan yang tinggal di satu kecamatan dengan Ahmad di Sukorambi itu menyebut, dirinya baru mengetahui saat akan masuk kuliah dan mengajukan beasiswa KIP. “Saya baru mengetahui saat saya akan masuk kuliah untuk bisa mendapatkan KIP. Setelah saya tidak bisa mengajukan KIP menggunakan NIK saya sendiri,” jelasnya.

SUMBERSARI, Radar Jember – Benang kusut kasus pemakaian nomor induk kependudukan (NIK) yang menjadi sorotan banyak pihak semakin terurai. Akar masalahnya juga semakin jelas. NIK milik Ahmad Sam’ani dipakai AY sejak duduk di bangku kelas 2 SMK yang ada di Jember. Secara khusus, AY menyampaikan permintaan maaf kepada korban, dan keluarga Ahmad memaafkan dengan tulus, kemarin (1/9).

BACA JUGA : Jaringan Berkecepatan 100 Gbps, Indonesia Bekerjasama dengan Jepang

Kepada Jawa Pos Radar Jember, AY mengaku NIK milik Ahmad dipakai untuk mengajukan beasiswa karena NIK miliknya tertolak oleh sistem. “Saya memohon maaf kepada Ahmad Sam’ani karena sudah menggunakan NIK-nya untuk mendapatkan beasiswa KIP di tempat saya kuliah,” terangnya.

AY menjelaskan, NIK milik Ahmad sudah dipakai sejak dirinya duduk di bangku SMK, sekitar empat tahun yang lalu. Penggunaan NIK Ahmad dilakukan oleh operator sekolah SMK. “Saya memasukkan NIK tersebut berdasarkan data yang saya dapat dari operator sekolah saya dulu di Rambipuji. NIK tersebut diberikan sekolah untuk saya mendapatkan bantuan PIP sejak kelas 2 SMA,” tuturnya.

Dikatakan, dirinya tidak mengetahui bahwa ia mendapatkan beasiswa tersebut karena menggunakan NIK milik Ahmad. Dia mengaku hanya melakukan apa yang sekolah perintahkan. “Saat sekolah, saya tidak tahu bahwa saya mendapatkan bantuan beasiswa itu sudah menggunakan NIK-nya Ahmad Sam’ani, karena operator sekolah yang memasukkan datanya,” jelasnya.

Perempuan yang tinggal di satu kecamatan dengan Ahmad di Sukorambi itu menyebut, dirinya baru mengetahui saat akan masuk kuliah dan mengajukan beasiswa KIP. “Saya baru mengetahui saat saya akan masuk kuliah untuk bisa mendapatkan KIP. Setelah saya tidak bisa mengajukan KIP menggunakan NIK saya sendiri,” jelasnya.


Sumber: https://radarjember.jawapos.com/pendidikan/02/09/2022/ay-pemalsu-data-mengaku-pakai-nik-ahmad-sejak-smk-untuk-daftar-beasiswa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2022 Sampit

BERITA

KONTAK

ABOUT

SAMPIT.ID adalah portal agregasi berita tentang kota Sampit (Kotawaringin Timur).

email: [email protected]

STAY CONNECTED

Copyright 2016-2022 Sampit.ID